Dalam Rangka "World Day Animal"
Taman Nasional Baluran Datangkan Banteng Jawa dari Taman Safari Indonesia II Prigen Pasuruan
Para petugas Taman Nasional Baluran sedang menurunkan hewan Banteng Jawa di hutan Baluran.
Lebih lanjut, Dr Johan Setiawan menjelaskan, sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 106/2018, dan termasuk “endangered” secara IUCN Redlist, upaya peningkatan populasi banteng Jawa harus menjadi perhatian penting sebagaimana Surat Keputusan Direktur Jenderal KSDAE No. 180/IV-KKH/2015 bahwa banteng termasuk salah satu dari 25 jenis satwa prioritas yang perlu ditingkatkan populasinya.
"Banteng Dimas akan segera ditranslokasi dari TSI II Prigen ke SSB TN Baluran. Harapan bersama bahwa Banteng bernama “Dimas” akan tumbuh berkembang dengan baik di kandang SSB TN Baluran, sehingga mampu memberikan keturunan banteng Jawa yang siap dilepasliarkan kembali di habitat alami TN Baluran," kata Dr Johan Setiawan.
Agar Banteng “Dimas” tidak stres, maka rencananya indukan banteng jantan ini besok pagi akan diturun dari mobil dan akan dikandangkan. “Berdasrkan penelitian yang dilakukan petugas TN Baluran dan pihak lainnya, untuk populasi banteng yang ada di Taman Nasional Baluran saat ini, sebanyak 211 ekor.
“Kita mendatang Banteng Dimas sebagai upaya untuk memperkaya populasi banteng di Taman Nasional Baluran Situbondo,” jelas Dr Johan Setiawan.
Dilain pihak, Plt Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik Drh Indra Exploitasia menyampaikan bahwa penambahan 1 ekor banteng jantan dari TSI II Prigen ke Suaka Satwa Badak Taman Nasional Baluran sebagai implementasi program ex-situ linked to in-situ dan bagian dari Global Species Management Plan (GSMP).
“Langkah ini diharapkan sudah benar-benar melalui proses pemilihan indukan yang unggul, sehat dan secara genetik bagus, sehingga harapannya dapat dilakukan perencanaan program pengembangbiakan semi alami di SSB TN Baluran dengan baik. Dalam konteks GSMP, tidak hanya satwanya saja yang ditransfer, tetapi juga ilmu pengetahuan dan teknologi pengembangbiakan banteng untuk peningkatan kapasitas petugas Taman Nasional Baluran dan Lembaga konservasi seperti TSI II Prigen," jelas Indra.
Hal ini, kata Indra, menjadi awal untuk pengembangan jejaring antara pengelola SSB dan Lembaga konservasi serta mitra seperti Copenhagen Zoo dan juga perguruan tinggi.
“Mari kita bekerja bersama-sama untuk memberikan kontribusi terbaik bagi konservasi Banteng di Indonesia sebagai implementasi dari Instruksi Presiden No 1 tahun 2023 tentang pelestarian keanekaragaman hayati dalam pembangunan berkelanjutan,” pungkas Indra, Selasa malam (10/10/2023).
Read more info "Taman Nasional Baluran Datangkan Banteng Jawa dari Taman Safari Indonesia II Prigen Pasuruan" on the next page :
Editor :Anies Septivirawan