Di Desa Wonorejo
Program Hibah Membangun 1000 Desa Mahasiswa Universitas Brawijaya di Situbondo
Kegiatan Program
SITUBONDONEWS | BANYUPUTIH - Kegiatan Program "Hibah Mahasiswa Membangun 1000 Desa" di Jawa Timur kali ini tiba pada gilirannya untuk desa Wonorejo, dan Sumber Anyar, kecamatan Banyuputih. Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 09.00 WIB, Kamis, tanggal 27 Juli 2023.
Kegiatan tersebut selain didampingi dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, tampaknya juga hadir tim LPM (lembaga pengabdian masyarakat) universitas Brawijaya, Malang.
Adapun kehadiran dua orang LPPM Universitas Brawijaya (UB), ketua dan anggota yakni Profesor Lukman beserta Ir Wahyu adalah untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) atas kegiatan MMD tersebut.
Kegiatan di lokasi kandang seorang peternak bernama Mondow tersebut, sejumlah mahasiswa beserta para dosen Fakultas Peternakan telah menyerahkan bantuan kepada peternak berupa mesin jahit sak/goni dan mesin sprey (mesin penyemprot pupuk).
Menurut salah satu dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang, Dr. Siti Azizah saat diwawancarai media online ini mengatakan bahwa,
"Kegiatan ini adalah kegiatan MMD seribu desa, kemudian kami bekerja sama dengan kelompok peternak "Soponyono Kendal"sebagai target dari utama dari penerima pengabdian masyarakat dan kami mengajak adik - adik mahasiswa MMD 1000 desa yang program kerjanya disesuaikan dengan program hibah pengabdian masyarakat kami," ujar dosen wanita penyuka baju muslim syar'i ini kepada SIGAPNEWS.CO.ID/SITUBONDONEWS.CO.ID, Kamis pagi, (27/7/2023).
Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Dr. Siti Azizah juga menambahkan bahwa, kegiatan-kegiatan mahasiswa di sini disesuaikan dengan kebutuhan desa terutama membina kelompok ternak dan meningkatkan produksi dan meningkatkan kualitasnya. Dan kami selain memberikan fasilitas berupa mesin jahit sak, sprayer dan gerobak, kami juga akan memasukkan hasil produksi ini ke laboratorium sehingga bisa diketahui apa sudah sesuai dengan standar atau tidak, dan dari situ kami akan memperbaiki standar dan alhamdulilah saat ini sudah mendapatkan nomor induk berusaha atau NIB," tambahnya.
Masih menurut Dr. Siti Azizah, bahwa pihaknya juga memberi bantuan berupa mesin giling kohe kambing.
Dan hal senada juga dikatakan oleh seorang peternak yang memperoleh bantuan berupa mesin jahit sak dan mesin sprey/penyemprot padi yang juga pemilik kelompok ternak bernama "Soponyono Kendal".
"Kedatangan para mahasiswa membangun seribudesa ini adalah sedang meninjau aktivitas pembuatan pupuk organik," ujar Mondow, sang peternak"Soponyono Kendal " kepada media online ini.
Sementara itu menurut salah satu mahasiswa fakultas peternakan universitas Brawijaya, Denah mengatakan,
"Kegiatan MMD kami kali ini adalah sosialisasi dan mengedukasi tentang pupuk organik bagi para para petani, dan harapan kami agar para petani selalu menggunakan pupuk organik. Dan semoga kegiatan hibah MMD seribu desa ini bisa bermanfaat bagi para petani," ujar Denah, mahasiswi semester 5 Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang, Kamis, (27/7/2023).
Editor :Anies Septivirawan