Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Situbondo Gelar Sekolah Lapang Padi BK di Desa Demung
Adapun para peserta sekolah lapang Padi BK berjumlah 20 orang, dan berasal dari petani yang berminat tanam padi BK berasal dari Poktan di Desa Demung.
SIGAPNEWS.CO.ID | SITUBONDO - Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Situbondo telah menggelar kegiatan Sekolah Lapang Padi BK, yang dilaksanakan dalam rangka mendukung Pengembangan Kawasan Penanaman Padi BK se Kabupaten Situbondo, juga dalam rangka mendukung program Nasional Penanaman Padi 4 kali dalam setahun, atau IP 400.
Tujuan Sekolah Lapang tersebut adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan serta perubahan sikap petani dalam budidaya padi BK, yang memiliki spesifikasi berbeda dengan padi kebanyakan, yakni umur pendek dan malai panjang. Dan dilaksanakan di desa Demung, Kecamatan Besuki dengan ulasan tanaman pengembangan padi BK 01 Agritan Situbondo seluas 40 hektar.
Adapun para peserta sekolah lapang Padi BK berjumlah 20 orang, dan berasal dari petani yang berminat tanam padi BK berasal dari Poktan di Desa Demung.
Para petani yang ikut sekolah lapang ini mendapatkan pemahaman tentang pengetahuan dan keterampilan budi daya padi BK 01 dan 02 agritan, termasuk bagaimana mengatasi hama penyakit.
Dan para petani yang ikut sekolah lapang ini adalah mereka yang berkomitmen untuk menanam padi BK 01/02 agritan yang merupakan bibit varietas unggul baru Situbondo dan mampu memproduksi hingga 9 ton per hektare atau dua kali lipat dibanding bibit padi pada umumnya.
"Serta Kami memberikan pemahaman kepada petani tentang standar operasional prosedur menanam padi BK 01/02 melalui sekolah lapang ini. Dan sekolah lapang ini hanya menyasar petani yang bersedia menanam padi BK dan sekaligus menjadi lahan percontohan agar petani lainnya bisa mengetahui hasil tanaman padi BK 01/02," ujar salah satu petugas dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Situbondo.
Ada lima kecamatan yang menjadi lahan percontohan penanaman padi BK 01/02 agritan, di antaranya Kecamatan Panji, Kapongan, Arjasa, Panarukan, dan Besuki.
Dan di masing-masing kecamatan ada 20 hektare lahan yang akan ditanam padi BK 01/02 agritan, tergantung dari keinginan petani. Dan Khusus di Kecamatan Besuki akan ditanam di atas 40 ha.
Kalau Besuki petaninya siap menanam 40 ha serta bibit padi BK dibagikan secara gratis kepada petani yang ikut sekolah lapang dan bahkan mereka juga mendapatkan pendampingan oleh petugas penyuluh pertanian (PPL) agar hasilnya maksimal.
"Jika SOP-nya diikuti dengan ketat maka hasilnya akan maksimal. Hama penyakit bisa diatasi dan produktivitas padi bisa mencapai 10 ton per hektar," pungkas salah satu PPL.
Editor :Anies Septivirawan