Tumpukan Sampah Plastik di Sungai Situbondo Diduga Penyebab Rusaknya Biota Laut, Begini Kata Mujiono
Pemerhati lingkungan hidup di Situbondo, Mujiono bersama petugas kebersihan sampah Dinas lingkungan hidup Kabupaten Situbondo di tepi sungai di dusun Aeng Sonok Desa Sumber Kolak kemarin.
SIGAPNEWS.CO.ID | SITUBONDO - Persoalan sampah di Situbondo dalam setahun terakhir sampai saat ini masih menjadi ancaman bagi keberadaan kehidupan di bawah laut. Hal itu sangat miris sekali.
Dari situasi miris dan cukup memprihatinkan ini, pemerhati lingkungan hidup di Situbondo, Mujiono angkat bicara tentang hal itu.
Menurut penuturan Mujiono, sampai saat ini, permasalahan keberadaan sampah plastik masih menjadi "pekerjaan rumah" bagi dinas terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
"Iya benar mas, sampai sekarang keberadaan tentang sampah plastik di Situbondo ini masih mengemuka dan pihak terkait belum bekerja secara maksimal. Sebab, selama ini, ada banyak tumpukan sampah plastik di sungai Aeng Sonok, Desa Sumber Kolak, Panarukan yang bermuara menumpuk di tempat wisata Blekok yang berakhir di pantai," ujar Mujiono, Senin, (15/7/2024) di sebuah kafe herbal Telang.
Mujiono juga menambahkan bahwa, akibat dari tumpukan plastik yang berakhir di pantai tersebut, kehidupan bawah laut rusak.
"Dan sebagai dampak dari tumpukan sampah plastik itu, biota bawah laut menjadi rusak termasuk terumbu karang," pungkas Mujiono.
Dalam waktu dekat, Mujiono akan menghadap bupati Situbondo guna menyampaikan keberadaan hal itu.
Editor :Anies Septivirawan